KEWAJIBAN PERTAMA – MENGENAL ALLAH, AKIDAH & TAUHID DENGAN PENUH KEYAKINAN

Bismillah, No. Artikel: 04/V/2026

KEWAJIBAN PERTAMA
MENGENAL ALLAH, AKIDAH & TAUHID DENGAN PENUH KEYAKINAN

Imam Al-Lalika’i rahimahullah berkata,

“Hal pertama yang wajib atas seorang manusia adalah mengetahui akidah agama, memahami tauhid dan sifat-sifat Allah, serta membenarkan para rasul-Nya dengan dalil dan keyakinan yang pasti.” [Syarh Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah]

Perkataan ini menunjukkan bahwa agama Islam dibangun di atas ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan, perasaan, atau kebiasaan keluarga.

Akidah adalah pondasi. Ia menjawab pertanyaan paling penting dalam hidup: siapa Rabb kita, untuk apa kita diciptakan, bagaimana cara beribadah kepada-Nya, dan siapa utusan yang wajib kita ikuti.

Bila pondasi ini kuat, maka ibadah, akhlak, dakwah, dan muamalah akan lebih terarah. Namun bila akidah lemah, seseorang mudah terbawa syubhat, tradisi yang keliru, atau pemikiran yang menjauhkan dari wahyu.

Allah Ta’ala berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu serta bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” [QS. Muhammad: 19]

Ayat ini sangat penting. Allah memulai dengan perintah “ketahuilah” sebelum perintah istighfar. Ini menunjukkan bahwa ilmu tentang tauhid harus didahulukan sebelum amal. Seorang hamba perlu mengenal Allah dengan benar, lalu dari pengenalan itu lahirlah ibadah, taubat, rasa takut, harap, dan cinta kepada-Nya.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan urutan dakwah yang sama. Ketika beliau mengutus Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ke Yaman, beliau bersabda:

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَإِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Maka apabila engkau mendatangi mereka, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” [HR. Al-Bukhari]

Hadits ini menunjukkan bahwa dakwah pertama para rasul adalah tauhid. Sebelum menjelaskan hukum-hukum cabang, seseorang perlu diajak untuk mengenal Allah, memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, dan membenarkan Rasul-Nya. Setelah itu barulah kewajiban lain seperti shalat dan zakat dijelaskan secara bertahap.

Mengenal sifat-sifat Allah juga bagian penting dari akidah. Seorang muslim mengimani nama dan sifat Allah sebagaimana datang dalam Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa menolak, menyerupakan dengan makhluk, atau menyelewengkan maknanya.

Dengan mengenal Allah sebagai Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-‘Alim, As-Sami’, Al-Bashir, hati akan lebih tenang, ibadah lebih hidup, dan doa lebih penuh harap.

Hikmahnya besar. Orang yang mengenal tauhid akan lebih ikhlas dalam beramal. Ia tidak menggantungkan hati kepada selain Allah. Ia sadar bahwa rezeki, keselamatan, pertolongan, dan ampunan semuanya berada di tangan Allah.

Orang yang membenarkan para rasul dengan yakin juga tidak mudah membuat-buat jalan ibadah sendiri, karena ia tahu bahwa jalan menuju Allah harus mengikuti wahyu.

Para ulama salaf sangat perhatian terhadap akidah karena mereka memahami bahwa kerusakan terbesar bukan hanya pada amal lahir, tetapi pada keyakinan. Amal yang tampak besar bisa gugur bila tauhidnya rusak. Sebaliknya, amal sederhana yang dibangun di atas tauhid dan ikhlas bisa menjadi sangat berat timbangannya di sisi Allah.

Dalam pengamalan sehari-hari, kita bisa mulai dengan:

  1. Mempelajari makna syahadat,
  2. memahami tauhid rububiyyah, uluhiyyah, serta nama dan sifat Allah,
  3. Mempelajari tentang agama Islam lebih mendalam, terutama tentang akidah yang lurus, bagaimana cara beribadah kepada Allah Ta’ala yang sesuai tuntunan,
  4. Lalu ajarkan kepada keluarga dengan bahasa yang mudah, bahwa:
  5. kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah,
  6. berdoa hanya kepada-Nya,
  7. takut dan berharap kepada-Nya,
  8. serta mengikuti Rasulullah ﷺ dalam beragama.

Ikhtisar

Kewajiban pertama seorang manusia adalah mengenal akidah yang benar, memahami tauhid, mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya, serta membenarkan para rasul-Nya.

Ilmu tauhid harus didahulukan karena ia adalah pondasi seluruh amal. Siapa yang kuat akidahnya, insya Allah lebih kokoh ibadahnya, lebih lurus arah hidupnya, dan lebih selamat dari syubhat.

Referensi

  1. Al-Lalika’i, Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Kitab ini merupakan rujukan penting dalam pembahasan akidah Ahlussunah dan menghimpun atsar-atsar salaf tentang pokok keyakinan,
  2. Al-Qur’an, QS. Muhammad: 19,
  3. Shahih Al-Bukhari no. 4347, hadits pengutusan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ke Yaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *